Sunan Abu Daud Hadits 1138 - Shalat Tahajud
Sunnah Berbaring ke Kanan Setelah Shalat Malam Sebelas Rakaat
Sunan Abu Daud : 1138
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1138
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ مِنْهَا بِوَاحِدَةٍ فَإِذَا فَرَغَ مِنْهَا اضْطَجَعَ عَلَى شِقِّهِ الْأَيْمَنِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat malam sebelas raka'at termasuk witir satu raka'at, apabila beliau selesai dari shalat malam, beliau berbaring di atas rusuk kanannya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Jumlah sebelas rakaat merupakan format shalat malam yang sangat sering dipraktikkan oleh Rasulullah.
- Shalat witir sebanyak satu rakaat sudah cukup untuk menutup seluruh rangkaian ibadah shalat malam.
- Dianjurkan bagi umat Islam untuk merebahkan tubuh menghadap ke arah kanan setelah selesai melakukan shalat malam.
