Sunan Abu Daud Hadits 1146 - Rakaat Witir
Rincian Pembagian Tiga Belas Rakaat Shalat Malam Rasulullah
Sunan Abu Daud : 1146
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1146
حَدَّثَنَا مُوسَى يَعْنِي ابْنَ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ ثَلَاثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً يُوتِرُ بِتِسْعٍ أَوْ كَمَا قَالَتْ وَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ وَرَكْعَتَيْ الْفَجْرِ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengerjakan shalat malam tiga belas raka'at, beserta witirnya sembilan raka'at atau sebagaimana di katakan oleh Aisyah, dan beliau mengerjakan dua raka'at dengan duduk, dan dua raka'at fajar antara adzan dan Iqamah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Total pengerjaan shalat ibadah malam hari yang dilakukan Nabi mencakup hingga bilangan tiga belas rakaat.
- Shalat witir bisa dilakukan dengan rakaat yang sangat banyak yaitu mencapai sembilan rakaat bersambung.
- Diperbolehkan untuk melakukan shalat malam ringan dalam posisi duduk demi menjaga kesinambungan ibadah setelah lelah berdiri.
