Sunan Abu Daud Hadits 1176 - Lailatul Qadar di Malam Ganjil Ramadhan
Keutamaan Beribadah di Malam Ganjil Ramadhan
Sunan Abu Daud : 1176
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1176
حَدَّثَنَا حَكِيمُ بْنُ سَيْفٍ الرَّقِّيُّ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ عَمْرٍو عَنْ زَيْدٍ يَعْنِي ابْنَ أَبِي أُنَيْسَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْأَسْوَدِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اطْلُبُوهَا لَيْلَةَ سَبْعَ عَشْرَةَ مِنْ رَمَضَانَ وَلَيْلَةَ إِحْدَى وَعِشْرِينَ وَلَيْلَةَ ثَلَاثٍ وَعِشْرِينَ ثُمَّ سَكَتَ
Ibnu Mas'ud Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada kami:"Carilah (Lailatul Qadar) pada malam ke tujuh belas bulan Ramadhan dan malam kedua puluh satu dan malam kedua puluh tiga."Kemudian beliau diam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan mencari Lailatul Qadar khususnya pada malam ke-17, ke-21, dan ke-23 Ramadhan.
- Malam-malam ganjil di bulan suci Ramadhan memiliki nilai keistimewaan tersendiri yang perlu dijaga dengan ibadah yang baik.
- Terkadang Rasulullah memberikan petunjuk yang singkat namun padat, sehingga diamnya beliau menunjukkan bahwa anjuran tersebut sudah jelas dan cukup menjadi pegangan amal.
