Sunan Abu Daud Hadits 1223 - Waktu Pelaksanaan Witir Rasulullah
Kapan Saja Waktu Pelaksanaan Shalat Witir Rasulullah?
Sunan Abu Daud : 1223
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1223
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُسْلِمٍ عَنْ مَسْرُوقٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ مَتَى كَانَ يُوتِرُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ كُلَّ ذَلِكَ قَدْ فَعَلَ أَوْتَرَ أَوَّلَ اللَّيْلِ وَوَسَطَهُ وَآخِرَهُ وَلَكِنْ انْتَهَى وِتْرُهُ حِينَ مَاتَ إِلَى السَّحَرِ
Masruq Diriwayatkan dari:
Aku katakan kepada [Aisyah]: kapankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan witir? Ia berkata: semua itu telah beliau lakukan, beliau telah melakukan witir di permulaan malam, di pertengahan malam, dan di akhir malam, akan tetapi witir beliau selesai tatkala beliau akan meninggal hingga waktu pagi.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat witir memiliki rentang waktu pelaksaan yang luas, dari awal malam hingga menjelang subuh.
- Rasulullah mencontohkan fleksibilitas beribadah agar umatnya tidak merasa terbebani.
- Menjelang akhir hayatnya, Nabi lebih sering merutinkan ibadah witir di waktu sahur.
