Sunan Abu Daud Hadits 1420 - Silaturahmi dengan Ibu yang Masih Musyrik
Kewajiban Berbakti Kepada Orang Tua yang Berbeda Agama
Sunan Abu Daud : 1420
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1420
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي شُعَيْبٍ الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَسْمَاءَ قَالَتْ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي رَاغِبَةً فِي عَهْدِ قُرَيْشٍ وَهِيَ رَاغِمَةٌ مُشْرِكَةٌ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّي قَدِمَتْ عَلَيَّ وَهِيَ رَاغِمَةٌ مُشْرِكَةٌ أَفَأَصِلُهَا قَالَ نَعَمْ فَصِلِي أُمَّكِ
Asma' Diriwayatkan dari:
Ibuku datang menemuiku saat perjanjian dengan Quraisy dalam keadaan mengharapkan baktiku, sementara ia membenci keislamanku dan ia adalah wanita musyrik. Lalu aku katakan: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya ibuku datang menemuiku, sementara ia membenci keislamanku dan ia adalah wanita musyrik. Apakah aku boleh berhubungan dengannya?" Beliau berkata: "Ya, hubungilah ibumu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tetap diwajibkan menyambung hubungan silaturahmi dengan orang tua walaupun mereka belum memeluk agama Islam.
- Perbedaan agama bukan alasan untuk memutus ikatan darah dan persaudaraan.
- Seorang anak harus tetap melayani dan berbuat baik secara duniawi kepada ibu yang berbeda keyakinan.
