Sunan Abu Daud Hadits 1612 - Tujuan Utama Thawaf & Sa'i
Makna Spiritual di Balik Ibadah Thawaf, Sa'i, dan Lempar Jumrah
Sunan Abu Daud : 1612
Sunan Abu DaudNomor Hadis 1612
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا جُعِلَ الطَّوَافُ بِالْبَيْتِ وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ وَرَمْيُ الْجِمَارِ لِإِقَامَةِ ذِكْرِ اللَّهِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Sesungguhnya dijadikannya thowaf di Ka'bah, antara Shafa dan Marwah serta melempar jumroh adalah untuk menegakkan dzikir kepada Allah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ibadah haji bukanlah sekadar wisata fisik, melainkan sarana khusus untuk menghubungkan hati dengan Allah melalui dzikir.
- Setiap pergerakan badan saat berthawaf, sa'i, atau melempar kerikil harus diiringi dengan doa dan kesadaran batin.
- Menghindari sikap sekadar menggugurkan kewajiban tanpa menghadirkan hati saat berada di Tanah Suci.
