Sunan Abu Daud Hadits 201 - Aturan Masjid bagi Orang Junub dan Haidh
Hukum Berdiam di Masjid Saat Sedang Junub atau Haidh
Sunan Abu Daud : 201
Sunan Abu DaudNomor Hadis 201
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا الْأَفْلَتُ بْنُ خَلِيفَةَ قَالَ حَدَّثَتْنِي جَسْرَةُ بِنْتُ دَجَاجَةَ قَالَتْ سَمِعْتُ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تَقُولُ جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَوُجُوهُ بُيُوتِ أَصْحَابِهِ شَارِعَةٌ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ وَجِّهُوا هَذِهِ الْبُيُوتَ عَنْ الْمَسْجِدِ ثُمَّ دَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَصْنَعْ الْقَوْمُ شَيْئًا رَجَاءَ أَنْ تَنْزِلَ فِيهِمْ رُخْصَةٌ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ بَعْدُ فَقَالَ وَجِّهُوا هَذِهِ الْبُيُوتَ عَنْ الْمَسْجِدِ فَإِنِّي لَا أُحِلُّ الْمَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَلَا جُنُبٍ قَالَ أَبُو دَاوُد هُوَ فُلَيْتٌ الْعَامِرِيُّ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang, sementara pintu-pintu rumah sahabat beliau terbuka dan berhubungan dengan masjid. Maka beliau bersabda: "Pindahkanlah pintu-pintu rumah kalian untuk tidak menghadap ke masjid!" Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk ke masjid, dan para sahabat belum melakukan apa-apa dengan harapan ada wahyu turun yang memberi keringanan kepada mereka.Maka beliau keluar menemui mereka seraya bersabda: "Pindahkanlah pintu-pintu rumah kalian untuk tidak menghadap dan berhubungan dengan masjid, karena saya tidak menghalalkan masuk Masjid untuk orang yang sedang haidh dan juga orang yang sedang junub."Abu Dawud berkata: Dia adalah Fulait Al 'Amiri.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Orang yang sedang haidh atau junub dilarang berdiam diri di dalam masjid untuk menjaga kesucian tempat ibadah.
- Arah pintu rumah sebaiknya tidak langsung berhadapan dengan bagian dalam masjid agar terhindar dari potensi najis atau kotoran yang masuk.
- Para sahabat Nabi sangat patuh pada aturan Rasulullah meskipun pada awalnya mereka berharap mendapat keringanan.
