Sunan Abu Daud Hadits 262 - Tata Cara Shalat Wanita Istihadhah

Aturan Bersuci dan Shalat Bagi Wanita yang Mengalami Istihadhah

Sunan Abu DaudNomor Hadis 262

حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ عِكْرِمَةِ أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ اسْتُحِيضَتْ فَأَمَرَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تَنْتَظِرَ أَيَّامَ أَقْرَائِهَا ثُمَّ تَغْتَسِلُ وَتُصَلِّي فَإِنْ رَأَتْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ تَوَضَّأَتْ وَصَلَّتْ

Ikrimah Diriwayatkan dari:

Ummu Habibah binti Jahsy mustahadlah, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menunggu hari-hari haidlnya, kemudian mandi dan shalat. Apabila dia melihat darah istihadlah, maka berwudlulah dan shalatlah.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Wanita yang istihadhah harus berdiam diri dari shalat hanya selama hari kebiasaan haidnya.
  • Wajib melaksanakan mandi suci segera setelah masa kebiasaan haid selesai.
  • Jika darah masih keluar setelah mandi, cukup berwudhu saat hendak shalat.
  • Darah istihadhah tidak menggugurkan kewajiban seorang wanita untuk mendirikan shalat.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami