Sunan Abu Daud Hadits 268 - Mengqadha Shalat Wanita Nifas
Apakah Wanita Haid dan Nifas Wajib Mengqadha Shalatnya?
Sunan Abu Daud : 268
Sunan Abu DaudNomor Hadis 268
حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ يَعْنِي حُبِّي حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ بْنِ نَافِعٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي الْأَزْدِيَّةُ يَعْنِي مُسَّةَ قَالَتْ حَجَجْتُ فَدَخَلْتُ عَلَى أُمِّ سَلَمَةَ فَقُلْتُ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ إِنَّ سَمُرَةَ بْنَ جُنْدُبٍ يَأْمُرُ النِّسَاءَ يَقْضِينَ صَلَاةَ الْمَحِيضِ فَقَالَتْ لَا يَقْضِينَ كَانَتْ الْمَرْأَةُ مِنْ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقْعُدُ فِي النِّفَاسِ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً لَا يَأْمُرُهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَضَاءِ صَلَاةِ النِّفَاسِ قَالَ مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ حَاتِمٍ وَاسْمُهَا مُسَّةُ تُكْنَى أُمَّ بُسَّةَ قَالَ أَبُو دَاوُد كَثِيرُ بْنُ زِيَادٍ كُنْيَتُهُ أَبُو سَهْلٍ
Mussah Diriwayatkan dari:
Saya pernah menunaikan ibadah haji, lalu saya menemui [Ummu Salamah] seraya berkata: Wahai Ummul Mukminin, sesungguhnya Samurah bin Jundub memerintahkan kaum wanita untuk mengqadla` shalat (yang ditinggalkan) di masa haidl. Maka Ummu Salamah berkata: Mereka tidak usah mengqadla`nya, dahulu seorang istri dari istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak shalat pada masa nifas, selama empat puluh malam, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memerintahkannya untuk mengqadla` shalat wanita yang nifas.Muhammad bin Hatim berkata: Namanya adalah Mussah diberi kuniyah Ummu Bassah.Abu Dawud berkata: Katsir bin Ziyad kunyahnya adalah Abu Sahl.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Wanita yang meninggalkan shalat karena haid tidak diwajibkan untuk mengqadhanya.
- Wanita yang menjalani masa nifas juga tidak memiliki kewajiban mengganti shalatnya.
- Syariat Islam memberikan keringanan yang sangat luas bagi perempuan secara fisik.
- Apabila ada fatwa keliru dari seorang sahabat, maka sahabat lain yang mengetahui ilmunya berhak meluruskannya.
