Sunan Abu Daud Hadits 2830 - Makna Sumpah Demi Ayahnya
Penjelasan Ungkapan Sumpah Demi Ayahnya dalam Kisah Badui
Sunan Abu Daud : 2830
Sunan Abu DaudNomor Hadis 2830
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِيُّ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ الْمَدَنِيُّ عَنْ أَبِي سُهَيْلٍ نَافِعِ بْنِ مَالِكِ بْنِ أَبِي عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ سَمِعَ طَلْحَةَ بْنَ عُبَيْدِ اللَّهِ يَعْنِي فِي حَدِيثِ قِصَّةِ الْأَعْرَابِيِّ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْلَحَ وَأَبِيهِ إِنْ صَدَقَ دَخَلَ الْجَنَّةَ وَأَبِيهِ إِنْ صَدَقَ
Thalhah bin 'Ubaidullah Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud Al 'Ataki], telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ja'far Al Madani], dari [Abu Suhail Nafi' bin Malik bin Amir] dari [ayahnya] bahwaIa mendengar [Thalhah bin 'Ubaidullah] dalam hadits kisah seorang badui, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Ia telah beruntung demi ayahnya apabila ia jujur, ia masuk surga demi ayahnya apabila ia jujur."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ungkapan masa lalu seperti 'demi ayahnya' dalam konteks budaya Arab merupakan penekanan biasa.
- Kejujuran memiliki nilai yang sangat tinggi hingga bisa mengantarkan pelakunya ke surga.
- Tidak semua ungkapan penekanan lisan diniatkan sebagai sumpah kesyirikan.
