Sunan Abu Daud Hadits 3113 - Kemutlakan Wahyu Rasulullah
Menempatkan Wahyu di Atas Pendapat dan Prasangka Manusia
Sunan Abu Daud : 3113
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3113
حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْمَهْرِيُّ أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ يُونُسَ بْنِ يَزِيدَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ الرَّأْيَ إِنَّمَا كَانَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُصِيبًا لِأَنَّ اللَّهَ كَانَ يُرِيهِ وَإِنَّمَا هُوَ مِنَّا الظَّنُّ وَالتَّكَلُّفُ
Ibnu Syihab Diriwayatkan dari:
Umar bin Al Khathab radliyallahu 'anhu berada di atas mimbar dan berkata: "Wahai para manusia, sesungguhnya jika pendapat itu berasal dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka ia benar adanya, sebab Allah memperlihatkan kepadanya, dan pendapat yang berasal dari kita hanyalah prasangka dan takalluf (membebani diri)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ketetapan dari lisan dan tindakan Rasulullah selalu benar karena dipandu dan dikawal langsung oleh wahyu Allah.
- Pendapat akal buatan manusia tidak memiliki sifat suci; bisa jadi ia benar, namun bisa juga keliru dan sebatas prasangka belaka.
- Kita diwajibkan untuk mendahulukan serta memenangkan panduan dari Allah dan rasul-Nya di atas ide dari tokoh hebat sekalipun.
