Sunan Abu Daud Hadits 3553 - Tata Cara Duduk Ihtiba Nabi
Hadits Mengenai Cara Duduk Santai Ihtiba Rasulullah dengan Menggunakan Selimut
Sunan Abu Daud : 3553
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3553
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقُرَشِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ عُبَيْدَةَ أَبِي خِدَاشٍ عَنْ أَبِي تَمِيمَةَ الْهُجَيْمِيِّ عَنْ جَابِرٍ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُحْتَبٍ بِشَمْلَةٍ وَقَدْ وَقَعَ هُدْبُهَا عَلَى قَدَمَيْهِ
Jabir bin Sulaim Diriwayatkan dari:
Aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau waktu itu sedang duduk ihtiba (duduk di atas bokong dan mendekap kedua lututnya menempel dada) dengan selimut, sementara ujung selimutnya mengenai kedua telapak kakinya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Cara duduk ihtiba, yaitu melipat dan memeluk kedua belah lutut dekat dada, adalah gaya santai yang halal dilakukan umat Islam.
- Nabi mengajarkan sikap sederhana namun sangat sopan dalam menjaga tubuh dengan menutupkannya menggunakan hamparan selimut kecil.
- Diizinkan memanjangkan selimut ke arah bawah kaki asalkan bertujuan melindungi diri dari rasa dingin atau kotor dan bukan niatan angkuh.
