Sunan Abu Daud Hadits 3650 - Adab Menegur Kesalahan Teman
Cara Bijak Rasulullah Menegur Kesalahan Tanpa Mempermalukan
Sunan Abu Daud : 3650
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3650
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ مَيْسَرَةَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا سَلْمٌ الْعَلَوِيُّ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهِ أَثَرُ صُفْرَةٍ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَلَّمَا يُوَاجِهُ رَجُلًا فِي وَجْهِهِ بِشَيْءٍ يَكْرَهُهُ فَلَمَّا خَرَجَ قَالَ لَوْ أَمَرْتُمْ هَذَا أَنْ يَغْسِلَ هَذَا عَنْهُ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Seorang laki-laki masuk menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara pada dirinya terdapat sisa-sisa warna kuning (Za'faran). Dan jarang sekali Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemui seseorang dengan wajah yang kurang senang karena sesuatu, maka ketika keluar beliau bersabda: "Sekiranya kalian suruh orang ini untuk membersihkan dirinya dari sisa-sisa warna kuning."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Rasulullah memiliki akhlak yang sangat mulia dengan tidak suka mempermalukan orang di depan umum.
- Dianjurkan menegur kesalahan teman dengan cara yang bijak, tidak langsung jika itu bisa melukai perasaannya.
- Membersihkan sisa warna kuning atau za'faran di badan pria adalah sebuah keharusan dalam agama.
