Sunan Abu Daud Hadits 3770 - Persetujuan Nabi tentang Sosok Ibnu Shayyad
Sikap Diam Rasulullah Saat Umar Menyebut Ibnu Shayyad Sebagai Dajjal
Sunan Abu Daud : 3770
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3770
حَدَّثَنَا ابْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَعْدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ قَالَ رَأَيْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَحْلِفُ بِاللَّهِ أَنَّ ابْنَ صَائِدٍ الدَّجَّالُ فَقُلْتُ تَحْلِفُ بِاللَّهِ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ عُمَرَ يَحْلِفُ عَلَى ذَلِكَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُنْكِرْهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Muhammad bin Al Munkadir Diriwayatkan dari:
Aku melihat [Jabir bin Abdullah] bersumpah dengan nama Allah bahwa Ibnu Shaid adalah Dajjal. Lalu aku berkata: "Engkau benar-benar bersumpah kepada Allah?" Lalu ia menjawab: "Aku mendengar Umar bersumpah dengan hal yang sama di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau tidak mengingkarinya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sikap diam Rasulullah pada saat sahabat menyatakan sesuatu, bisa dinilai sebagai bentuk persetujuan tidak langsung.
- Jabir bin Abdullah dan Umar bin Khattab secara terang-terangan memiliki keyakinan kuat bahwa Ibnu Shayyad berpotensi sebagai Dajjal.
- Setiap pengakuan gaib dan sifat pendusta sangat dicurigai sebagai cikal bakal kesesatan yang ditentang mati-matian oleh para sahabat.
