Sunan Abu Daud Hadits 3780 - Menjaga Lisan Saat Fitnah
Panduan Menghadapi Zaman Fitnah: Menjaga Lisan dan Berdiam Diri
Sunan Abu Daud : 3780
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3780
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا الْفَضْلُ بْنُ دُكَيْنٍ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ هِلَالِ بْنِ خَبَّابٍ أَبِي الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنِي عِكْرِمَةُ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ حَوْلَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ ذَكَرَ الْفِتْنَةَ فَقَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ النَّاسَ قَدْ مَرِجَتْ عُهُودُهُمْ وَخَفَّتْ أَمَانَاتُهُمْ وَكَانُوا هَكَذَا وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ قَالَ فَقُمْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ كَيْفَ أَفْعَلُ عِنْدَ ذَلِكَ جَعَلَنِي اللَّهُ فِدَاكَ قَالَ الْزَمْ بَيْتَكَ وَامْلِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَخُذْ بِمَا تَعْرِفُ وَدَعْ مَا تُنْكِرُ وَعَلَيْكَ بِأَمْرِ خَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ عَنْكَ أَمْرَ الْعَامَّةِ
'Abdullah bin 'Amru bin Al 'Ash Diriwayatkan dari:
Saat kami berada di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau menyebutkan tentang fitnah. Beliau bersabda: "Jika kalian melihat manusia telah rusak janji-janji mereka dan telah luntur amanah mereka, sementara mereka begini -beliau menganyam antara jemarinya-"Abdullah berkata: "Aku lantas bangkit ke arah beliau seraya bertanya: "Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu, apa yang harus aku lakukan pada saat itu?" beliau menjawab: "Tetaplah engkau berdiam di dalam rumahmu, kuasailah lisanmu, ambillah (lakukan) apa saja yang kamu ketahui dan tinggalkan apa saja yang kamu pungkiri (tidak ketahui), urusilah perkaramu sendiri dan jauhilah urusan orang banyak."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Sangat dianjurkan untuk lebih banyak berdiam di rumah ketika situasi masyarakat sedang penuh fitnah dan ketidakpastian.
- Menjaga lisan adalah kunci keselamatan agar kita tidak ikut menyebarkan berita yang belum jelas asalnya.
- Lebih baik mengurus urusan pribadi dan keluarga daripada ikut campur dalam keributan urusan orang banyak.
- Tetaplah berpegang teguh pada amalan kebaikan yang sudah pasti dan tinggalkan perkara yang masih meragukan.
