Sunan Abu Daud Hadits 3807 - Penerapan Hukum Potong Tangan dan Doa Ampunan
Hukuman Pencuri Tanpa Bukti dan Ajakan Bertaubat
Sunan Abu Daud : 3807
Sunan Abu DaudNomor Hadis 3807
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي الْمُنْذِرِ مَوْلَى أَبِي ذَرٍّ عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ الْمَخْزُومِيِّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُتِيَ بِلِصٍّ قَدْ اعْتَرَفَ اعْتِرَافًا وَلَمْ يُوجَدْ مَعَهُ مَتَاعٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا إِخَالُكَ سَرَقْتَ قَالَ بَلَى فَأَعَادَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا فَأَمَرَ بِهِ فَقُطِعَ وَجِيءَ بِهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرْ اللَّهَ وَتُبْ إِلَيْهِ فَقَالَ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فَقَالَ اللَّهُمَّ تُبْ عَلَيْهِ ثَلَاثًا قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ عَنْ أَبِي أُمَيَّةَ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Abu Umayyah Al Makhzumi Diriwayatkan dari:
Pernah dihadapkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seorang pencuri yang telah mengakui kesalahannya, namun barang yang dicurinya tidak lagi bersamanya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda: "Benarkah kamu telah mencuri?" Ia menjawab: "Benar." Beliau ulangi pertanyaan itu dua atau tiga kali.Beliau lalu memerintahkan untuk memotong tangannya, setelah itu ia dihadapkan lagi kepada beliau. Beliau bersabda: "Mintalah ampun kepada Allah, bertaubatlah kepada-Nya." Laki-laki itu lalu berkata: "Aku minta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya." Beliau lalu berdoa: "Ya Allah, ampunilah dia." Doa itu beliau ucapkan hingga tiga kali.Abu Dawud berkata: "Amru bin Ashim meriwayatkannya dari [Hammam], dari [Ishaq bin Abdullah], ia berkata: dari [Abu Umayyah] -lelaki dari Anshar-, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hukuman pidana di dunia bertujuan sebagai jalan pembersihan dari dosa agar tidak dibawa ke akhirat.
- Pengakuan bersalah yang sadar dan berulang sudah cukup bagi pengadilan untuk menjatuhkan vonis meski barang buktinya hilang.
- Masyarakat tidak boleh membenci mantan terpidana yang sudah dihukum, melainkan mendampingi mereka bertaubat.
