Sunan Abu Daud Hadits 3851 - Hukuman Zina Muhshan dan Ghairu Muhshan

Status Pernikahan Pezina Menentukan Hukumannya

Sunan Abu DaudNomor Hadis 3851

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ أَبُو يَحْيَى الْبَزَّازُ أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ رَجُلًا زَنَى بِامْرَأَةٍ فَلَمْ يَعْلَمْ بِإِحْصَانِهِ فَجُلِدَ ثُمَّ عَلِمَ بِإِحْصَانِهِ فَرُجِمَ

Jabir Diriwayatkan dari:

Seorang laki-laki berzina dengan wanita, namun belum diketahui apakah ia telah menikah atau belum, lalu dia didera. Setelah itu diketahui bahwasanya ia telah menikah, maka ia pun dirajam.

Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini

  • Hukuman zina tidak bisa ditebak-tebak dan harus berdasarkan kejelasan status pelaku (lajang atau sudah berkeluarga).
  • Proses hukum dalam Islam tidak kaku, jika ada kekeliruan akibat ketidaktahuan informasi, maka sanksi wajib diperbaiki sesuai kebenaran.
  • Menjaga kesucian setelah menikah (menjadi muhshan) adalah kewajiban yang nilainya sangat dihargai dalam agama.

Pengaturan

Bahasa

Pengaturan Font

Jenis Font Arab

Ukuran Font Arab

24

Ukuran Font Terjemahan

18

Tata Letak Bacaan

Unduh Aplikasi - আল হাদিস (Al Hadith)

App Banner

Jadilah Pendukung Penyebaran Ilmu Islam

Dukungan rutin Anda akan membantu kami menyampaikan dakwah Islam kepada saudara-saudari kita. Bergabunglah dalam misi kami dan jadilah bagian dari perubahan besar.

Dukung Kami