Sunan Abu Daud Hadits 431 - Hak Muadzin Mengumandangkan Iqamah
Adab Menunggu Terbit Fajar dan Hak Muadzin untuk Beriqamah
Sunan Abu Daud : 431
Sunan Abu DaudNomor Hadis 431
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ بْنِ غَانِمٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زِيَادٍ يَعْنِي الْأَفْرِيقِيَّ أَنَّهُ سَمِعَ زِيَادَ بْنَ نُعَيْمٍ الْحَضْرَمِيَّ أَنَّهُ سَمِعَ زِيَادَ بْنَ الْحَارِثِ الصُّدَائِيَّ قَالَ لَمَّا كَانَ أَوَّلُ أَذَانِ الصُّبْحِ أَمَرَنِي يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذَّنْتُ فَجَعَلْتُ أَقُولُ أُقِيمُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَجَعَلَ يَنْظُرُ إِلَى نَاحِيَةِ الْمَشْرِقِ إِلَى الْفَجْرِ فَيَقُولُ لَا حَتَّى إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ نَزَلَ فَبَرَزَ ثُمَّ انْصَرَفَ إِلَيَّ وَقَدْ تَلَاحَقَ أَصْحَابُهُ يَعْنِي فَتَوَضَّأَ فَأَرَادَ بِلَالٌ أَنْ يُقِيمَ فَقَالَ لَهُ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَخَا صُدَاءٍ هُوَ أَذَّنَ وَمَنْ أَذَّنَ فَهُوَ يُقِيمُ قَالَ فَأَقَمْتُ
Ziyad bin Al Harits Ash Shuda`iy Diriwayatkan dari:
Tatkala pertama kali dikumandangkan adzan Shubuh, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhku untuk adzan, maka saya pun mengumandangkannya. Kemudian saya berkata: "Apakah saya kumandangkan iqamah sekarang wahai Rasulullah?" Maka beliau melihat ke ujung timur ke arah terbitnya fajar, lalu beliau berkata: "Belum."Hingga tatkala fajar telah terbit, beliau turun dan berwudlu kemudian mendekatiku, dan para sahabat juga berwudlu. Lalu Bilal hendak mengumandangkan iqamah, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saudara kita dari Shuda` telah adzan, dan barangsiapa yang adzan maka dialah yang iqamah." Dia berkata: Maka saya pun mengumandangkan iqamah.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Adzan dan iqamah shalat Subuh sebaiknya dipastikan ketika cahaya fajar benar-benar terbit.
- Seseorang yang bertugas melantunkan adzan memiliki hak prioritas untuk melantunkan iqamah.
- Imam berhak menunda shalat sejenak untuk memberikan waktu bagi jamaah bersuci dan bersiap.
