Sunan Abu Daud Hadits 52 - Bersiwak Setelah Bangun Tidur Siang atau Malam
Rutinitas Disiplin Siwak Sehabis Tidur Siang dan Malam
Sunan Abu Daud : 52
Sunan Abu DaudNomor Hadis 52
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ أُمِّ مُحَمَّدٍ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَرْقُدُ مِنْ لَيْلٍ وَلَا نَهَارٍ فَيَسْتَيْقِظُ إِلَّا تَسَوَّكَ قَبْلَ أَنْ يَتَوَضَّأَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah bangun dari tidurnya baik malam maupun siang, kecuali beliau bersiwak dahulu sebelum beliau berwudlu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Waktu tidur siang (qailulah) juga bisa menyebabkan bau mulut yang butuh dibersihkan segera.
- Bersiwak setelah bangun tidur adalah gerbang menuju prosesi wudhu yang jauh lebih sempurna.
- Mengukuhkan sikap konsisten atau istiqomah dalam perkara merawat tubuh kapan saja waktu jatuhnya.
