Sunan Abu Daud Hadits 647 - Pendapat Sedekap di Bawah Pusar
Pilihan Posisi Meletakkan Tangan di Bawah Pusar Saat Shalat
Sunan Abu Daud : 647
Sunan Abu DaudNomor Hadis 647
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ إِسْحَقَ الْكُوفِيِّ عَنْ سَيَّارٍ أَبِي الْحَكَمِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ أَخْذُ الْأَكُفِّ عَلَى الْأَكُفِّ فِي الصَّلَاةِ تَحْتَ السُّرَّةِ قَالَ أَبُو دَاوُد سَمِعْت أَحْمَدَ بْنَ حَنْبَلٍ يُضَعِّفُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ إِسْحَقَ الْكُوفِيَّ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Letakkanlah telapak tangan di atas telapak tangan yang lain di bawah pusar ketika shalat.Abu Daud berkata: "Aku mendengar Ahmad bin Hambal melemahkan Abdurrahman bin Ishak Al Kufi."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Terdapat riwayat dari sahabat yang memosisikan telapak tangannya di bawah pusar ketika shalat.
- Bersedekap selalu dilakukan dengan menempatkan telapak tangan satu di atas telapak tangan yang lain.
- Mengetahui kualitas perawi sebuah hadits membantu kita lebih memahami dasar dari suatu amalan ibadah.
