Sunan Abu Daud Hadits 663 - Doa Iftitah Pembuka Shalat
Doa Iftitah yang Dibaca Rasulullah Antara Takbir dan Al Fatihah
Sunan Abu Daud : 663
Sunan Abu DaudNomor Hadis 663
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي شُعَيْبٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ عَنْ عُمَارَةَ الْمَعْنَى عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَبَّرَ فِي الصَّلَاةِ سَكَتَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ فَقُلْتُ لَهُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَرَأَيْتَ سُكُوتَكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ أَخْبِرْنِي مَا تَقُولُ قَالَ اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ أَنْقِنِي مِنْ خَطَايَايَ كَالثَّوْبِ الْأَبْيَضِ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan takbir dalam shalat, maka beliau akan diam sejenak antara takbir dan qira'ah (membaca surat Al Fatihah), maka aku berkata kepadanya: "Demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, beritahukanlah kepadaku, apa yang anda baca sewaktu anda diam antara takbir dan membaca Al Fatihah?" beliau menjawab: "ALLAHUMMA BAA'ID BAINI WA BAINA KHATHAAYAYA KAMAA BAA'ATTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB, ALLAHUMMA ANQINII MIN KHATHAAYAAYA KATSTSAUBIL ABYADLI MINAD DANAS, ALLAHUMMAGH SILNII BITSTSALJI WAL MAA`I WAL BARAD" (Ya Allah, jauhkanlah antara aku dengan dosa-dosaku, sebagaimana Engkau jauhkan jarak antara timur dan barat, ya Allah bersihkanlah kesalahan-kesalahanku sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran, ya Allah cucilah diriku dengan salju, air dan embun).
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Terdapat doa khusus yang senantiasa dibaca oleh Nabi di antara takbiratul ihram dan bacaan Al-Fatihah.
- Doa iftitah berisi permohonan pembersihan diri dari dosa-dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat.
- Membaca doa iftitah adalah sunnah yang sangat dianjurkan karena diajarkan langsung oleh Rasulullah.
- Mengibaratkan hati yang bersih dari dosa seperti kain putih yang sudah dicuci bersih dari kotoran.
