Sunan Abu Daud Hadits 683 - Durasi Surat dalam Shalat Wajib
Pilihan Surat dan Durasi Bacaan Nabi dalam Shalat Fardhu
Sunan Abu Daud : 683
Sunan Abu DaudNomor Hadis 683
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سِمَاكٍ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ سَمُرَةَ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَحَضَتْ الشَّمْسُ صَلَّى الظُّهْرَ وَقَرَأَ بِنَحْوٍ مِنْ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى وَالْعَصْرَ كَذَلِكَ وَالصَّلَوَاتِ كَذَلِكَ إِلَّا الصُّبْحَ فَإِنَّهُ كَانَ يُطِيلُهَا
Jabir bin Samurah Diriwayatkan dari:
Apabila matahari telah condong ke barat, beliau melaksanakan shalat Dhuhur dan membaca (surat) seperti surat WALLAILI IDZAA YAGHSYAA, demikian juga dalam shalat-shalat yang lain kecuali shalat subuh, beliau memanjangkan bacaannya.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bacaan shalat Dzuhur dan Ashar hendaknya menggunakan surat yang tidak terlalu panjang.
- Sangat dianjurkan untuk memperpanjang durasi bacaan Al-Qur'an khusus pada shalat Subuh.
- Menyesuaikan waktu dan durasi shalat adalah bagian dari kemudahan agama Islam.
