Sunan Abu Daud Hadits 727 - Sifat Shalat Nabi
Sifat Shalat Nabi: Ringkas Namun Sangat Sempurna dan Tenang
Sunan Abu Daud : 727
Sunan Abu DaudNomor Hadis 727
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ وَحُمَيْدٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ مَا صَلَّيْتُ خَلْفَ رَجُلٍ أَوْجَزَ صَلَاةً مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي تَمَامٍ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ قَامَ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَوْهَمَ ثُمَّ يُكَبِّرُ وَيَسْجُدُ وَكَانَ يَقْعُدُ بَيْنَ السَّجْدَتَيْنِ حَتَّى نَقُولَ قَدْ أَوْهَمَ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Aku tidak pernah shalat di belakang seseorang yang paling singkat dan paling sempurna shalatnya daripada shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan: "Sami'allahu liman hamidah" beliau berdiri (agak lama) sampai kami menyangka beliau lupa, kemudian beliau bertakbir dan sujud, beliau duduk di antara dua sujud sehingga kami menyangka bahwa beliau lupa.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat imam harus disesuaikan agar tidak memberatkan jamaah, tanpa mengurangi kesempurnaannya.
- Dianjurkan untuk melamakan berdiri saat i'tidal dan duduk di antara dua sujud.
- Ketenangan (thuma'ninah) lebih utama daripada sekadar memanjangkan bacaan surat.
