Sunan Abu Daud Hadits 848 - Perintah Tenang dalam Shalat
Kewajiban Menjaga Ketenangan (Tumakninah) di Dalam Shalat
Sunan Abu Daud : 848
Sunan Abu DaudNomor Hadis 848
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ تَمِيمٍ الطَّائِيِّ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ رَافِعُوا أَيْدِيهِمْ قَالَ زُهَيْرٌ أُرَاهُ قَالَ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ مَا لِي أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ أُسْكُنُوا فِي الصَّلَاةِ
Jabir bin Samurah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemui kami, sedangkan orang-orang tengah mengangkat tangan -Zuhair berkata: Sepengetahuanku Jabir bin Samurah mengatakan: "ketika mereka tengah mengerjakan shalat"- maka beliau bersabda: "Kenapa aku melihat kalian mengangkat tangan seperti ekor kuda yang bergerak-gerak, diamlah kalian dalam shalat."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam dituntut untuk memelihara ketenangan fisik atau sakinah selama menjalani ibadah menghadap Allah.
- Segala bentuk gerakan tubuh atau ayunan tangan yang tidak termasuk syariat dapat merusak kualitas ibadah tersebut.
- Teguran berupa perumpamaan sering dipakai Nabi untuk memberikan pemahaman betapa tidak pantasnya sebuah perbuatan keliru.
