Sunan Abu Daud Hadits 886 - Larangan Bermain Saat Khutbah
Ampunan Dosa Sepuluh Hari Bagi yang Fokus Menyimak Khutbah
Sunan Abu Daud : 886
Sunan Abu DaudNomor Hadis 886
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمُعَةِ إِلَى الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa berwudlu' dengan menyempurnakan wudlu'nya, kemudian mendatangi shalat jum'at, mendengarkan dan memperhatikan (Khutbah Jum'at), maka dosa-dosanya akan di ampuni hingga jum'at berikutnya, di tambah tiga hari. Dan barangsiapa bermain kerikil, sungguh (jum'atnya) telah sia-sia."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Persiapan shalat Jumat yang baik harus dimulai dengan menyempurnakan wudhu.
- Mendengarkan dan memperhatikan khutbah dengan tenang adalah syarat turunnya ampunan.
- Allah memberikan ampunan dosa selama sepuluh hari (satu minggu ditambah tiga hari) bagi jamaah yang taat aturan.
- Bermain-main atau melakukan hal sia-sia saat khutbah akan menghanguskan pahala shalat Jumat.
