Shahih Bukhari Hadits 1130 - Senyuman Terakhir Nabi
Momen Haru Tatapan dan Senyuman Terakhir Nabi Kepada Jamaah Shalat
Shahih Bukhari : 1130
Shahih BukhariNomor Hadis 1130
حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ يُونُسُ قَالَ الزُّهْرِيُّ أَخْبَرَنِي أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ أَنَّ الْمُسْلِمِينَ بَيْنَا هُمْ فِي الْفَجْرِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يُصَلِّي بِهِمْ فَفَجِئَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ كَشَفَ سِتْرَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَهُمْ صُفُوفٌ فَتَبَسَّمَ يَضْحَكُ فَنَكَصَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَظَنَّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ أَنْ يَخْرُجَ إِلَى الصَّلَاةِ وَهَمَّ الْمُسْلِمُونَ أَنْ يَفْتَتِنُوا فِي صَلَاتِهِمْ فَرَحًا بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ رَأَوْهُ فَأَشَارَ بِيَدِهِ أَنْ أَتِمُّوا ثُمَّ دَخَلَ الْحُجْرَةَ وَأَرْخَى السِّتْرَ وَتُوُفِّيَ ذَلِكَ الْيَوْمَ
Anas bin Malik Al Anshariy Diriwayatkan dari:
Ketika Kaum Muslimin sedang melaksanakan shalat Shubuh pada hari Senin yang dipimpin Abu Bakar radliyallahu 'anhu, mereka dikejutkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyingkap tabir kamar 'Aisyah radliyallahu 'anha. Dari balik kamar itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memandang mereka saat mereka berada dalam barisan shaf. Beliau tersenyum dan tertawa. Maka Abu Bakar berbalik untuk masuk ke dalam barisan shaf karena menduga Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akan keluar untuk shalat.Kaum Muslimin merasa terganggu dalam shalat mereka karena sangat gembiranya dapat melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Ternyata Beliau memberi isyarat dengan tangan Beliau agar mereka melanjutkan shalat. Kemudian Beliau masuk ke kamarnya dengan menutup tabir. Beliau akhirnya wafat pada hari itu.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Nabi Muhammad wafat pada hari Senin, persis setelah beliau memastikan umatnya menjaga kewajiban shalat berjamaah.
- Kecintaan yang begitu besar dari sahabat hingga mereka hampir membatalkan shalat demi menyambut kehadiran Rasulullah.
- Memberikan isyarat tangan saat seseorang sedang shalat diperbolehkan dan tidak membatalkan ibadah.
- Pemimpin agama yang baik akan selalu merasa gembira jika melihat para pengikutnya istiqamah berada di atas jalan ibadah.
