Shahih Bukhari Hadits 1150 - Sujud Sahwi Karena Kelebihan Rakaat
Tata Cara Sujud Sahwi Saat Tanpa Sengaja Kelebihan Rakaat Shalat
Shahih Bukhari : 1150
Shahih BukhariNomor Hadis 1150
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى الظُّهْرَ خَمْسًا فَقِيلَ لَهُ أَزِيدَ فِي الصَّلَاةِ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ صَلَّيْتَ خَمْسًا فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ بَعْدَ مَا سَلَّمَ
Abdullah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan shalat Dhuhur lima raka'at. Beliau ditegur: "Apakah ada tambahan raka'at shalat?" Beliau menjawab: "Memangnya apa yang terjadi?" Dia ('Abdullah) berkata: "Anda kerjakan shalat lima raka'at". Maka Beliau sujud dua kali setelah memberi salam".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat tetap dianggap sah dan tidak batal apabila terjadi penambahan rakaat akibat murni lupa atau keliru.
- Pelaksanaan sujud sahwi untuk kasus kelebihan rakaat atau menambah gerakan dalam shalat dikerjakan setelah salam.
- Diizinkan untuk berkomunikasi seperlunya dengan imam sesudah shalat selesai guna memberitahu dan meluruskan kesalahan rakaat.
