Shahih Bukhari Hadits 1275 - Ancaman Bunuh Diri dan Sumpah Palsu
Hukuman Berat Bagi Pelaku Bunuh Diri dan Sumpah Berdusta
Shahih Bukhari : 1275
Shahih BukhariNomor Hadis 1275
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ ثَابِتِ بْنِ الضَّحَّاكِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَلَفَ بِمِلَّةٍ غَيْرِ الْإِسْلَامِ كَاذِبًا مُتَعَمِّدًا فَهُوَ كَمَا قَالَ وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيدَةٍ عُذِّبَ بِهِ فِي نَارِ جَهَنَّمَ وَقَالَ حَجَّاجُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ عَنْ الْحَسَنِ حَدَّثَنَا جُنْدَبٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَمَا نَسِينَا وَمَا نَخَافُ أَنْ يَكْذِبَ جُنْدَبٌ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ بِرَجُلٍ جِرَاحٌ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَقَالَ اللَّهُ بَدَرَنِي عَبْدِي بِنَفْسِهِ حَرَّمْتُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
Tsabit bin Adl Dlahhak Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa yang bersumpah setia dengan agama selain Islam secara dusta dan sengaja, maka dia seperti apa yang dikatakannya, dan barangsiapa membunuh dirinya sendiri dengan besi, maka dia akan disiksa di dalam neraka Jahanam".Dan berkata Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Jarir bin Hazim dari Al Hasan telah menceritakan kepada kami Jundab radliyallahu 'anhu: "Didalam masjid ini tidak akan kami lupakan dan kami tidak takut bahwa Jundab akan berdusta atas nama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dia berkata: "Pernah ada seorang yang terluka lalu dia bunuh diri maka Allah berfirman: "HambaKu mendahului aku dalam hal nyawanya sehingga aku haramkan baginya surga".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Umat Islam sangat dilarang mengucapkan sumpah setia yang mengatasnamakan ajaran agama lain, apalagi jika didasari oleh kebohongan.
- Nyawa setiap manusia adalah amanah mutlak dari Sang Pencipta yang tidak boleh dihilangkan dengan cara dipaksa atau bunuh diri.
- Menghilangkan nyawa sendiri lantaran putus asa menjalani hidup akan berujung pada siksaan panjang yang tiada akhir di neraka.
- Rasa perih dari penyakit atau luka di dunia adalah bentuk cobaan kesabaran dan tidak patut dijadikan pembenaran untuk mengakhiri kehidupan.
