Shahih Bukhari Hadits 1662 - Pahala Sesuai Tingkat Kesulitan Beribadah
Pahala Ibadah Umrah Sebanding dengan Pengorbanannya
Shahih Bukhari : 1662
Shahih BukhariNomor Hadis 1662
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ وَعَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَا قَالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ يَصْدُرُ النَّاسُ بِنُسُكَيْنِ وَأَصْدُرُ بِنُسُكٍ فَقِيلَ لَهَا انْتَظِرِي فَإِذَا طَهُرْتِ فَاخْرُجِي إِلَى التَّنْعِيمِ فَأَهِلِّي ثُمَّ ائْتِينَا بِمَكَانِ كَذَا وَلَكِنَّهَا عَلَى قَدْرِ نَفَقَتِكِ أَوْ نَصَبِكِ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Wahai Rasulullah, orang-orang selesai dengan mengambil dua manasik sedangkan aku hanya satu. Maka dikatakan kepadanya: "Tunggulah, jika kamu sudah suci maka keluarlah menuju Tan'im lalu berihramlah kemudian temuilah kami di tempat ini namun derajatnya tergantung pengorbanan dan tingkat kesulitanmu."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Besaran pahala ibadah seseorang sangat berkaitan erat dengan jumlah pengorbanan harta dan tenaga yang dikeluarkannya.
- Merasa cemburu dalam hal ibadah karena khawatir kurang pahala adalah sifat yang baik, selama tidak melanggar aturan agama.
- Menjalani ibadah dengan penuh keikhlasan di tengah rasa lelah pasti akan mendatangkan balasan yang setimpal dari Allah.
