Shahih Bukhari Hadits 1691 - Keutamaan Menjaga Lisan Saat Haji
Keutamaan Menjaga Lisan dan Perbuatan Saat Ibadah Haji
Shahih Bukhari : 1691
Shahih BukhariNomor Hadis 1691
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَجَّ هَذَا الْبَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Barangsiapa yang menunaikan haji di Baitullah ini kemudian tidak berkata-kata kotor dan tidak berbuat fasiq maka bila dia kembali keadaannya seperti saat dilahirkan oleh ibunya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Pengampunan dosa secara total diberikan kepada jamaah haji yang menjauhi perbuatan fasik.
- Berkata kotor atau berbuat hal yang tidak senonoh (rafats) dapat merusak nilai pahala ibadah haji.
- Allah sangat menghargai hamba-Nya yang bisa menahan amarah dan menjaga lisannya saat beribadah.
- Tujuan akhir dari ibadah haji adalah perubahan diri menjadi lebih bersih dan suci.
