Shahih Bukhari Hadits 1738 - Keistimewaan Madinah
Keistimewaan Madinah Sebagai Kota yang Membersihkan Manusia
Shahih Bukhari : 1738
Shahih BukhariNomor Hadis 1738
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحُبَابِ سَعِيدَ بْنَ يَسَارٍ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ الْقُرَى يَقُولُونَ يَثْرِبُ وَهِيَ الْمَدِينَةُ تَنْفِي النَّاسَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Abu Hurairah Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Aku diperintahkan (untuk berhijrah) ke suatu tempat yang daya tariknya lebih dominan daripada tempat-tempat lain, yaitu kota Madinah, kota ini membersihkan manusia (yang jahat) sebagaimana alat tempa besi yang membersihkan karat besi".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Hijrah Nabi ke Madinah bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan perintah langsung dari Allah menuju kota yang penuh berkah.
- Umat Islam lebih dianjurkan menggunakan nama Madinah yang suci daripada menyebutnya dengan nama lama Yatsrib.
- Kota Madinah memiliki kemampuan khusus dari Allah untuk menyaring penduduknya, memisahkan orang yang hatinya bersih dari yang buruk.
- Orang yang hatinya dipenuhi keburukan atau kemunafikan secara alami tidak akan sanggup bertahan lama menetap di kota Madinah.
