Shahih Bukhari Hadits 2011 - Ketetapan Hak Wala
Ketetapan Hak Wala dalam Pembebasan Budak
Shahih Bukhari : 2011
Shahih BukhariNomor Hadis 2011
حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ أَبِي عَبَّادٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ قَالَ سَمِعْتُ نَافِعًا يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا سَاوَمَتْ بَرِيرَةَ فَخَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ فَلَمَّا جَاءَ قَالَتْ إِنَّهُمْ أَبَوْا أَنْ يَبِيعُوهَا إِلَّا أَنْ يَشْتَرِطُوا الْوَلَاءَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا الْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ قُلْتُ لِنَافِعٍ حُرًّا كَانَ زَوْجُهَا أَوْ عَبْدًا فَقَالَ مَا يُدْرِينِي
Abdullah bin Umar Diriwayatkan dari:
'Aisyah radliyallahu 'anha menawar Barirah lalu Beliau keluar untuk menunaikan shalat. Setelah Beliau datang, 'Aisyah berkata: "Mereka enggan untuk menjualnya kecuali meminta syarat wala' tetap milik mereka." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya wala' (untuk budak) bagi siapa yang membebaskannya."Aku bertanya kepada Nafi': "Apakah suaminya orang merdeka atau budak?" Dia menjawab: "Aku tidak diberitahu".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam menutup segala celah perjanjian yang dapat menghilangkan hak orang yang telah berbuat baik, seperti hak wala' bagi pembebas budak.
- Pemilik lama tidak berhak mengklaim ikatan hukum apa pun setelah transaksi jual beli yang membebaskan selesai.
- Hukum Allah harus menjadi landasan utama ketika menyelesaikan perselisihan dalam jual beli.
