Shahih Bukhari Hadits 2087 - Objek Jual Beli Salaf
Praktik Transaksi Jual Beli Salaf pada Komoditas Pertanian
Shahih Bukhari : 2087
Shahih BukhariNomor Hadis 2087
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ ابْنِ أَبِي الْمُجَالِدِ و حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي الْمُجَالِدِ حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدٌ أَوْ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي الْمُجَالِدِ قَالَ اخْتَلَفَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَدَّادِ بْنِ الْهَادِ وَأَبُو بُرْدَةَ فِي السَّلَفِ فَبَعَثُونِي إِلَى ابْنِ أَبِي أَوْفَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ إِنَّا كُنَّا نُسْلِفُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ فِي الْحِنْطَةِ وَالشَّعِيرِ وَالزَّبِيبِ وَالتَّمْرِ وَسَأَلْتُ ابْنَ أَبْزَى فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ibnu Abi Al Mujalid] dan telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Syu'bah] dari [Muhammad bin Abi Al Mujalid] telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin 'Umar] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: telah mengabarkan kepada saya [Muhammad] atau 'Abdullah bin Abi Al Mujalid berkata:'Abdullah bin Syaddad bin Al Haad berselisih dengan Abu Burdah tentang sistem jual beli salaf kemudian mereka mengutus aku kepada Ibnu Abi Aufaa radliyallahu 'anhu, lalu aku tanyakan kepadanya, maka dia berkata: "Kami pernah mempraktekkan salaf di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar dan 'Umar pada biji gandum, padi, anggur kering (kismis) dan kurma." Aku juga menanyakan hal ini kepada [Ibnu Abzaa] lalu dia berkata seperti itu pula.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Model jual beli secara salaf (pesan antar) terbukti lazim dipraktikkan oleh para sahabat sejak zaman Nabi Muhammad.
- Komoditas dari hasil panen pertanian yang mudah diukur dan disimpan dapat dijadikan objek utama untuk jual beli salaf.
- Jika umat Islam menemukan permasalahan mengenai tata cara muamalah, sangat dianjurkan untuk bertanya kepada ahli agama yang memahami riwayat sahabat.
