Shahih Bukhari Hadits 2507 - Keringanan Hutang
Adab Menagih Hutang dan Memberi Keringanan
Shahih Bukhari : 2507
Shahih BukhariNomor Hadis 2507
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ الْأَعْرَجِ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّهُ كَانَ لَهُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي حَدْرَدٍ الْأَسْلَمِيِّ مَالٌ فَلَقِيَهُ فَلَزِمَهُ حَتَّى ارْتَفَعَتْ أَصْوَاتُهُمَا فَمَرَّ بِهِمَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا كَعْبُ فَأَشَارَ بِيَدِهِ كَأَنَّهُ يَقُولُ النِّصْفَ فَأَخَذَ نِصْفَ مَا لَهُ عَلَيْهِ وَتَرَكَ نِصْفًا
Ka'b bin Malik Diriwayatkan dari:
Dia mempunyai sangkutan harta dengan 'Abdullah bin Abi Hadrad Al Aslamiy lalu dia menemuinya dan menagihnya hingga terjadi pertengkaran yang ditandai dengan suara keras dari keduanya. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lewat di hadapan keduanya seraya bersabda: "Wahai Ka'ab." Lalu Beliau memberi isyarat dengan tangan Beliau seakan Beliau berkata setengahnya. Maka Ka'ab mengambil setengah dari hartanya dan meninggalkan setengahnya lagi.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Seseorang sangat diizinkan menagih hutang yang menjadi haknya, namun tetap harus menjaga adab dan menghindari pertengkaran bersuara keras.
- Sangat dianjurkan bagi pemberi pinjaman untuk memberikan keringanan potongan jika melihat orang yang berhutang kesulitan membayar.
- Sikap patuh dan taat para sahabat dalam menerima arahan damai dari Nabi merupakan contoh akhlak mulia yang patut ditiru.
