Shahih Bukhari Hadits 2632 - Menyayangi Keluarga Syuhada
Bentuk Perhatian Nabi Kepada Keluarga Orang yang Gugur Perang
Shahih Bukhari : 2632
Shahih BukhariNomor Hadis 2632
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَدْخُلُ بَيْتًا بِالْمَدِينَةِ غَيْرَ بَيْتِ أُمِّ سُلَيْمٍ إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِ فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ إِنِّي أَرْحَمُهَا قُتِلَ أَخُوهَا مَعِي
Anas Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah memasuki rumah di Madinah selain rumah Ummu Sulaim kecuali rumah istri-istri Beliau. Lalu ditanyakan kepada Beliau tentang hal ini, maka Beliau menjawab: "Sungguh aku berbelas kasihan kepadanya karena saudaranya terbunuh di sisiku."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menjaga hubungan silaturahmi dengan keluarga syuhada sangat dianjurkan.
- Pemimpin yang bijak memiliki empati terhadap penderitaan dan pengorbanan rakyatnya.
- Pengorbanan di jalan Allah dihormati secara mendalam oleh Nabi.
