Shahih Bukhari Hadits 2721 - Penggunaan Stempel Cincin Perak
Sejarah Stempel Cincin Perak Rasulullah untuk Surat Dakwah
Shahih Bukhari : 2721
Shahih BukhariNomor Hadis 2721
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْجَعْدِ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ لَمَّا أَرَادَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَكْتُبَ إِلَى الرُّومِ قِيلَ لَهُ إِنَّهُمْ لَا يَقْرَءُونَ كِتَابًا إِلَّا أَنْ يَكُونَ مَخْتُومًا فَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ فِضَّةٍ فَكَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِهِ فِي يَدِهِ وَنَقَشَ فِيهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ
Anas Diriwayatkan dari:
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hendak menulis surat kepada (raja) Romawi dikatakan kepada Beliau bahwa mereka tidak membaca tulisan kecuali bila berstempel. Maka Beliau mengambil stempel terbuat dari perak. Sungguh aku seakan melihat cahaya putih pada tangan Beliau. Lalu Beliau memberi tanda yang bertuliskan Muhammad Rasulullah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam membolehkan penyesuaian dengan aturan administrasi antar bangsa selama tidak bertentangan dengan ajaran agama.
- Rasulullah menggunakan cincin perak sebagai stempel resmi untuk surat-surat kenegaraan.
- Pentingnya memastikan pesan dakwah dapat diterima dengan baik dengan mengikuti tata cara pihak yang dituju.
