Shahih Bukhari Hadits 2737 - Pemimpin Sebagai Benteng Umat
Kedudukan Pemimpin Sebagai Pelindung dan Benteng Keselamatan Rakyat
Shahih Bukhari : 2737
Shahih BukhariNomor Hadis 2737
وَبِهَذَا الْإِسْنَادِ مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَمَنْ يُطِعْ الْأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي وَمَنْ يَعْصِ الْأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي وَإِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَعَدَلَ فَإِنَّ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرًا وَإِنْ قَالَ بِغَيْرِهِ فَإِنَّ عَلَيْهِ مِنْهُ
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, Beliau juga bersabda:"Barangsiapa yang taat kepadaku berarti dia telah taat kepada Allah dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku berarti dia telah bermaksiat kepada Allah. Dan barangsiapa yang taat kepada pemimpin berarti dia telah taat kepadaku dan barangsiapa yang bermaksiat kepada pemimpin berarti dia telah bermaksiat kepadaku. Dan sesungguhnya imam (pemimpin) adalah laksana benteng, dimana orang-orang akan berperang mengikutinya dan berlindung dengannya. Maka jika dia memerintah dengan berlandaskan taqwa kepada Allah dan keadilan, maka dia akan mendapatkan pahala. Namun jika dia berkata sebaliknya maka dia akan menanggung dosa."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Mentaati perintah pemimpin yang berjalan lurus secara sah mendatangkan pahala dan ridha karena mengikuti jalur dari Rasul.
- Posisi kepemimpinan bukanlah ajang gagah-gagahan, melainkan sarana utama mengamankan dan mengurusi nasib hidup orang banyak.
- Keadilan penguasa merupakan garansi masuk surga, sementara aturan yang melenceng akan menjadi bumerang malapetaka dosa besar.
