Shahih Bukhari Hadits 3018 - Panas Terik Siang dan Hembusan Neraka
Menunda Shalat Saat Cuaca Panas Terik: Hembusan Api Neraka
Shahih Bukhari : 3018
Shahih BukhariNomor Hadis 3018
حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُهَاجِرٍ أَبِي الْحَسَنِ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يَقُولُ سَمِعْتُ أَبَا ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَقَالَ أَبْرِدْ ثُمَّ قَالَ أَبْرِدْ حَتَّى فَاءَ الْفَيْءُ يَعْنِي لِلتُّلُولِ ثُمَّ قَالَ أَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ
Abu Dzar Diriwayatkan dari:
Pernah dalam suatu perjalanan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Tundalah (shalat)!" Kemudian Beliau berkata lagi: "Tundalah, hingga kita melihat bayang-bayang bukit". Kemudian Beliau bersabda: "Tundalah shalat, karena panas yang sangat menyengat itu berasal dari hembusan api jahanam".
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Islam membolehkan kita untuk menunda waktu shalat Dzuhur jika cuaca sedang sangat terik agar ibadah lebih khusyuk.
- Cuaca panas yang luar biasa di dunia berkaitan dengan fenomena hembusan panas yang dikeluarkan dari neraka Jahannam.
- Agama Islam itu mudah dipraktikkan dan selalu memperhatikan kondisi fisik manusia dalam menjalankan kewajiban.
