Shahih Bukhari Hadits 3032 - Waktu yang Terlarang Untuk Shalat
Larangan Shalat Saat Matahari Terbit dan Terbenam
Shahih Bukhari : 3032
Shahih BukhariNomor Hadis 3032
حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَدَعُوا الصَّلَاةَ حَتَّى تَبْرُزَ وَإِذَا غَابَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَدَعُوا الصَّلَاةَ حَتَّى تَغِيبَ وَلَا تَحَيَّنُوا بِصَلَاتِكُمْ طُلُوعَ الشَّمْسِ وَلَا غُرُوبَهَا فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ أَوْ الشَّيْطَانِ لَا أَدْرِي أَيَّ ذَلِكَ قَالَ هِشَامٌ
Ibnu Umar Diriwayatkan dari:
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:"Jika alis (bagian lingkar luar) matahari mulai terbit janganlah kalian shalat hingga terang (selesai masa terbitnya), dan jika alis matahari mulai terbenam janganlah kalian shalat hingga benar-benar telah hilang (terbenam), dan janganlah kalian menunggu untuk shalat saat terbitnya matahari atau saat terbenamnya, karena saat seperti itu dia terbit pada dua tanduk syaitan."('Abdah bin Sulaiman) berkata: atau asy-syaitan (definitive), aku tidak tahu mana yang dikatakan oleh Hisyam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Tidak dianjurkan untuk mendirikan shalat tepat ketika detik-detik terbit dan terbenamnya matahari.
- Momen pergantian waktu ekstrem disandingkan dengan kemunculan tanduk setan di ufuk langit.
- Umat Islam wajib memastikan batas-batas penanda waktu beribadah secara sadar dan cermat.
