Shahih Bukhari Hadits 3295 - Rasulullah Tidak Pernah Berkata Kotor dan Keji
Kesucian Lisan Rasulullah: Jauh dari Perkataan Keji dan Kasar
Shahih Bukhari : 3295
Shahih BukhariNomor Hadis 3295
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ مَسْرُوقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ لَمْ يَكُنْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا وَكَانَ يَقُولُ إِنَّ مِنْ خِيَارِكُمْ أَحْسَنَكُمْ أَخْلَاقًا
Abdullah bin 'Amru Diriwayatkan dari:
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah sekalipun berbicara kotor (keji) dan juga tidak pernah berbuat keji dan beliau bersabda: "Sesungguhnya di antara orang yang terbaik dari kalian adalah orang yang paling baik akhlaqnya."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Menjaga lisan dari makian, ejekan, dan perkataan kotor adalah wujud nyata dari meniru sunnah Rasulullah.
- Kedudukan paling mulia dalam agama Islam akan diberikan kepada orang-orang yang berbudi pekerti halus.
- Mengutamakan kelembutan dan kesabaran saat berinteraksi dengan masyarakat sekitar di berbagai situasi.
