Shahih Bukhari Hadits 3600 - Keutamaan Baiat Aqabah
Kebanggaan Ka'ab bin Malik Atas Bai'at Aqabah
Shahih Bukhari : 3600
Shahih BukhariNomor Hadis 3600
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ ح حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا عَنْبَسَةُ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ كَعْبٍ وَكَانَ قَائِدَ كَعْبٍ حِينَ عَمِيَ قَالَ سَمِعْتُ كَعْبَ بْنَ مَالِكٍ يُحَدِّثُ حِينَ تَخَلَّفَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ تَبُوكَ بِطُولِهِ قَالَ ابْنُ بُكَيْرٍ فِي حَدِيثِهِ وَلَقَدْ شَهِدْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْعَقَبَةِ حِينَ تَوَاثَقْنَا عَلَى الْإِسْلَامِ وَمَا أُحِبُّ أَنَّ لِي بِهَا مَشْهَدَ بَدْرٍ وَإِنْ كَانَتْ بَدْرٌ أَذْكَرَ فِي النَّاسِ مِنْهَا
Ibnu Syihab Diriwayatkan dari:
Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab]. Dan melalui jalur yang lain, telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Shalih] telah menceritakan kepada kami ['Anbasah] telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Ibnu Syihab] berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Abdurrahman bin Abdullah bin Ka'ab bin Malik] bahwaAbdullah bin Ka'ab, yang menjadi pemandu jalan bagi Ka'ab ketika sudah buta, berkata: aku mendengar Ka'ab bin Malik bercerita tentang dirinya yang tidak turut serta bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam perang Tabuk dengan panjang lebar. Ibnu Bukair berkata di tengah cerita Ka'ab: "Sungguh aku menjadi saksi bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada malam (bai'at) 'Aqabah ketika kami bersumpah setia didalam Islam, dan aku tidak lebih suka diriku ikut serta dalam perang Badar sekalipun perang Badar lebih terkenal di tengah manusia dari pada bai'at 'Aqabah."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Ikrar sumpah setia untuk mempertahankan agama Islam mempunyai nilai dan kedudukan yang teramat luhur di mata Allah.
- Tiap-tiap sahabat memiliki sejarah keimanan serta momen pengorbanan yang menjadi kebanggaan berharga bagi batin mereka.
- Ketenaran sebuah kejadian di hadapan pandangan umum tidaklah selalu menjadi tolak ukur besarnya nilai pahala.
