Shahih Bukhari Hadits 3610 - Tiada Hijrah Setelah Fathu Makkah
Status Hukum Hijrah Pasca Penaklukan Kota Makkah
Shahih Bukhari : 3610
Shahih BukhariNomor Hadis 3610
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ يَزِيدَ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو عَمْرٍو الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ عَبْدَةَ بْنِ أَبِي لُبَابَةَ عَنْ مُجَاهِدِ بْنِ جَبْرٍ الْمَكِّيِّ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانَ يَقُولُ لَا هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ
Mujahid bin Jabr Al Makki Diriwayatkan dari:
'Abdullah bin 'Umar radliyallahu 'anhuma pernah berkata:"Tidak ada hijrah setelah kemenangan (penaklukan kota Makah)."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kemenangan umat Islam dalam pembukaan kota Makkah mengubah hukum yang tadinya mewajibkan hijrah menjadi tidak lagi wajib.
- Syariat Islam menunjukkan kemudahan dan tidak membebani pemeluknya ketika keamanan untuk beribadah sudah terjamin.
- Kota Makkah diakui sebagai tempat yang damai bagi setiap muslim untuk menetap setelah terjadinya penaklukan besar itu.
