Shahih Bukhari Hadits 3620 - Keberkahan Tahnik Untuk Sang Bayi
Tradisi Baik Tahnik: Berkah Ludah Nabi pada Mulut Sang Bayi
Shahih Bukhari : 3620
Shahih BukhariNomor Hadis 3620
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ أَبِي أُسَامَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ أَوَّلُ مَوْلُودٍ وُلِدَ فِي الْإِسْلَامِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الزُّبَيْرِ أَتَوْا بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخَذَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَمْرَةً فَلَاكَهَا ثُمَّ أَدْخَلَهَا فِي فِيهِ فَأَوَّلُ مَا دَخَلَ بَطْنَهُ رِيقُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Bayi yang pertama kali lahir dalam Islam adalah 'Abdullah bin Az Zubair dimana mereka membawanya ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil sebutir kurma kemudian memasukkannya ke dalam mulutnya. Dan yang pertama kali masuk ke dalam perutnya adalah air ludah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Kelahiran anak selalu menjadi berita gembira yang pantas disyukuri dan dirayakan tanpa harus berlebihan.
- Memberikan sentuhan rasa manis pertama kali dari buah kurma pada bayi adalah langkah kesehatan yang dicontohkan.
- Berharap doa keberkahan dari sosok yang dikenal dekat dengan agama untuk sang buah hati tidak dilarang.
