Shahih Bukhari Hadits 3642 - Sejarah Rakaat Shalat Wajib
Sejarah Perubahan Rakaat Shalat Wajib dan Syariat Shalat Safar
Shahih Bukhari : 3642
Shahih BukhariNomor Hadis 3642
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ فُرِضَتْ الصَّلَاةُ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ هَاجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَفُرِضَتْ أَرْبَعًا وَتُرِكَتْ صَلَاةُ السَّفَرِ عَلَى الْأُولَى تَابَعَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ
Aisyah Diriwayatkan dari:
Pada awalnya, shalat diwajibkan dua raka'at, setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berhijrah, shalat diwajibkan menjadi empat raka'at dan dilanggengkan (dua raka'at) shalat dalam perjalanan (safar) sebagaimana ketika pertama kali diwajibkan.Hadits ini diperkuat pula oleh [Abdurrazzaq] dari Ma'mar.
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Shalat fardhu pada masa awal diwajibkan oleh Allah ditetapkan sebanyak dua rakaat saja.
- Islam adalah agama yang memberikan keringanan, dibuktikan dengan tetapnya jumlah dua rakaat shalat bagi musafir.
- Syariat perlahan berkembang dan bertambah rakaatnya seiring dengan kemapanan kaum muslimin setelah peristiwa Hijrah.
