Shahih Bukhari Hadits 4503 - Tafsir Al-Qur'an
Shahih Bukhari : 4503
Shahih BukhariNomor Hadis 4503
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ سُورَةُ التَّوْبَةِ قَالَ التَّوْبَةُ هِيَ الْفَاضِحَةُ مَا زَالَتْ تَنْزِلُ وَمِنْهُمْ وَمِنْهُمْ حَتَّى ظَنُّوا أَنَّهَا لَنْ تُبْقِيَ أَحَدًا مِنْهُمْ إِلَّا ذُكِرَ فِيهَا قَالَ قُلْتُ سُورَةُ الْأَنْفَالِ قَالَ نَزَلَتْ فِي بَدْرٍ قَالَ قُلْتُ سُورَةُ الْحَشْرِ قَالَ نَزَلَتْ فِي بَنِي النَّضِيرِ
Sa'id bin Jubair Diriwayatkan dari:
Aku pernah bertanya kepada [Ibnu Abbas]Mengenai surat At Taubah, maka ia pun menjelaskan: "Surat At Taubah adalah di istilahkan Al Fadlihah (yang membongkar kejahatan kaum munafik). Ia senantiasa turun dengan ungkapan, 'WA MINHUM, WA MINHUM' (Dan di antara mereka dan di antara mereka) hingga mereka pun menyangka bahwa tidak ada seorang pun yang tersisa dari mereka kecuali disebutkan dalam surat tersebut." Kemudian aku bertanya: "Bagaimana dengan surat Al Anfal?" Ia menjelaskan: "Surat itu turun pada saat terjadinya perang Badar." Berkata: Aku bertanya lagi: "Bagaimana dengan surat Al Hasyr?" Ia pun menjelaskan: "Surat itu turun berkenaan dengan Bani Nadlir."
