Sunan Ibnu Majah Hadits 149 - Kemuliaan Bilal Muadzin Rasulullah
Hadits Pembelaan Ibnu Umar Terhadap Nama Besar Sahabat Bilal
Sunan Ibnu Majah : 149
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 149
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ عُمَرَ بْنِ حَمْزَةَ عَنْ سَالِمٍ أَنَّ شَاعِرًا مَدَحَ بِلَالَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ فَقَالَ بِلَالُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ خَيْرُ بِلَالٍ فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ كَذَبْتَ لَا بَلْ بِلَالُ رَسُولِ اللَّهِ خَيْرُ بِلَالٍ
Salim Diriwayatkan dari:
Seorang penyair memuji Bilal bin Abdullah seraya bersenandung: "Bilal bin Abdullah adalah sebaik-baik Bilal." Maka berserulah [Ibnu Umar], "Kamu berdusta, tidak seperti itu! Akan tetapi Bilal Rasulullah adalah sebaik-baik Bilal."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Bilal bin Rabah (Bilal muadzin Rasulullah) diakui memiliki kedudukan paling mulia di antara pemilik nama Bilal.
- Ibnu Umar bertindak tegas meluruskan ucapan penyair demi menjaga kebenaran dan keutamaan tingkat sahabat.
- Gelar dan kedekatan sebagai pelayan atau muadzin Nabi merupakan suatu kehormatan yang tidak tertandingi.
