Sunan Ibnu Majah Hadits 152 - Kejujuran Abu Dzar Al Ghifari
Hadits Tentang Abu Dzar: Manusia Paling Jujur Ucapan dan Dialeknya
Sunan Ibnu Majah : 152
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 152
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ أَبِي حَرْبِ بْنِ أَبِي الْأَسْوَدِ الدِّيْلِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا أَقَلَّتْ الْغَبْرَاءُ وَلَا أَظَلَّتْ الْخَضْرَاءُ مِنْ رَجُلٍ أَصْدَقَ لَهْجَةً مِنْ أَبِي ذَرٍّ
Abdullah bin 'Amru Diriwayatkan dari:
Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bumi tidak akan diinjak dan langit tidak akan menaungi seorang laki-laki yang lebih benar dialeknya daripada Abu Dzar."
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Abu Dzar Al Ghifari memiliki keistimewaan luar biasa dalam hal kejujuran ucapan.
- Menjaga lisan agar selalu berbicara benar adalah sifat mulia yang diakui langsung oleh Rasulullah.
- Pujian dari Nabi menjadi bukti nyata atas keluhuran sifat seorang sahabat.
