Sunan Ibnu Majah Hadits 1546 - Kisah Penggalian Liang Lahad Wafatnya Nabi
Kisah Sahabat Memilih Liang Lahad Saat Rasulullah Wafat
Sunan Ibnu Majah : 1546
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1546
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا مُبَارَكُ بْنُ فَضَالَةَ حَدَّثَنِي حُمَيْدٌ الطَّوِيلُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بِالْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَلْحَدُ وَآخَرُ يَضْرَحُ فَقَالُوا نَسْتَخِيرُ رَبَّنَا وَنَبْعَثُ إِلَيْهِمَا فَأَيُّهُمَا سُبِقَ تَرَكْنَاهُ فَأُرْسِلَ إِلَيْهِمَا فَسَبَقَ صَاحِبُ اللَّحْدِ فَلَحَدُوا لِلنَّبِيِّ
Anas bin Malik Diriwayatkan dari:
Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal, di Madinah ada yang membuat liang lahad dan ada yang membuat lubang di tengah. Mereka mengatakan, Kami minta kebaikan kepada Rabb kami, kami akan membiarkan mereka, yang kalah cepat dari keduanya maka kami akan meninggalkannya. " Akhirnya keduanya dibiarkan (beradu cepat dalam membuat lubang), lalu orang yang membuat liang lahad lebih dahulu, sehingga mereka membuatkan liang lahad untuk Nabi. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Di Madinah pada zaman Nabi terdapat keragaman keahlian dalam metode penggalian kubur (lahad dan syaq).
- Para sahabat melakukan istikharah dan berserah diri kepada keputusan Allah saat menghadapi pilihan yang membingungkan.
- Terpilihnya liang lahad untuk makam Rasulullah merupakan bentuk ketetapan terbaik dari Allah subhanahu wa ta'ala.
