Sunan Ibnu Majah Hadits 1578 - Hukum Menangis Saat Anak Meninggal Dunia
Tangisan Nabi Atas Wafatnya Ibrahim dan Batasan Ucapan Saat Berduka
Sunan Ibnu Majah : 1578
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1578
حَدَّثَنَا سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سُلَيْمٍ عَنْ ابْنِ خُثَيْمٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ قَالَتْ لَمَّا تُوُفِّيَ ابْنُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِبْرَاهِيمُ بَكَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ الْمُعَزِّي إِمَّا أَبُو بَكْرٍ وَإِمَّا عُمَرُ أَنْتَ أَحَقُّ مَنْ عَظَّمَ اللَّهُ حَقَّهُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَدْمَعُ الْعَيْنُ وَيَحْزَنُ الْقَلْبُ وَلَا نَقُولُ مَا يُسْخِطُ الرَّبَّ لَوْلَا أَنَّهُ وَعْدٌ صَادِقٌ وَمَوْعُودٌ جَامِعٌ وَأَنَّ الْآخِرَ تَابِعٌ لِلْأَوَّلِ لَوَجَدْنَا عَلَيْكَ يَا إِبْرَاهِيمُ أَفْضَلَ مِمَّا وَجَدْنَا وَإِنَّا بِكَ لَمَحْزُونُونَ
Asma binti Yazid Diriwayatkan dari:
Ketika Ibrahim putera Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menangis. Lalu seorang yang bertakziah -antara Abu Bakar dan Umar- berkata kepadanya, "Engkau adalah orang yang paling berhak dimuliakan Allah. "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mata boleh berlinang, hati boleh bersedih, namun kita tidak boleh mengucapkan perkataan yang membuat Allah murka. Sekiranya bukan karena perjanjian yang pasti (kematian), janji yang sempurna, dan bahwa yang akhir mengikuti yang awal, niscaya kami akan mendapatimu wahai Ibrahim, lebih utama dari apa yang kami dapatkan, dan kami bersedih atas kematianmu. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Diperbolehkan bagi seseorang untuk menangis dan bersedih hati ketika kehilangan anak atau anggota keluarga.
- Umat Islam dilarang keras mengucapkan perkataan yang mengandung unsur protes atau murka kepada ketetapan Allah.
- Kematian merupakan sebuah janji yang pasti terjadi dan akan menimpa seluruh manusia tanpa terkecuali.
