Sunan Ibnu Majah Hadits 1589 - Pahala Membaca Istirja Meski Musibah Lama Berlalu
Hadits Mengucapkan Istirja Saat Teringat Musibah Masa Lalu
Sunan Ibnu Majah : 1589
Sunan Ibnu MajahNomor Hadis 1589
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ عَنْ هِشَامِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أُمِّهِ عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ الْحُسَيْنِ عَنْ أَبِيهَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أُصِيبَ بِمُصِيبَةٍ فَذَكَرَ مُصِيبَتَهُ فَأَحْدَثَ اسْتِرْجَاعًا وَإِنْ تَقَادَمَ عَهْدُهَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلَهُ يَوْمَ أُصِيبَ
Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakr bin Abu Syaibah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki' Ibnul Jarrah] dari [Hisyam bin Ziyad] dari [Ibnunya] dari [Fathimah binti Al Husain] dari [Bapaknya] ia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa tertimpa musibah kemudian teringat kejadian tersebut lalu mengucapkan istirja (ucapan Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Raaji'uun), meskipun kejadiannya telah berlalu, maka Allah tetap akan menulis pahalanya. "
Pelajaran yang kita ambil dari hadits ini
- Membaca kalimat istirja tetap bernilai pahala kapan pun diucapkan saat ingatan tentang musibah muncul.
- Kebaikan Allah yang melimpah memberikan peluang pahala baru bagi hamba-Nya lewat memori masa lalu.
- Pentingnya menjaga lisan agar selalu merespons kenangan sedih dengan zikir dan penyerahan diri kepada Allah.
